Home » Lisensi Produk » Regulasi Perdagangan Barang Di Indonesia Mengenai Lisensi

Regulasi Perdagangan Barang Di Indonesia Mengenai Lisensi

Salah satu perihal paling penting yang diperlukan dan di inginkan oleh siapa saja yang mendambakan memulai bisnis di Indonesia dan mengimpor barang ke Indonesia membutuhkan lisensi bisnis impor. Tanpa lisensi bisnis impor, Anda tidak akan sanggup melwati bea cukai. Tak pikirkan seberapa besar atau kecil pengiriman yang kalian lakukan, perusahaan anda mengajukan lisensi spesifik ini sebelum saat sanggup mengimpor barang ke Indonesia. Jika tidak barang yang kaliam impor akan tertahan di bea cukai dan bisa di sita. Seperti kejadian pasar gelap batam selundupkan minuman alkohol tanpa cukai.

Regulasi Perdagangan Barang Di Indonesia Mengenai Lisensi

Bisnis kalian sebaiknya tidak tunggu hingga saat-saat paling akhir untuk mengerti segala perihal yang terjalin dengan syarat-syarat lisensi impor. Selain itu, Anda termasuk wajib mengerti dari awal lisensi bisnis impor mana yang cocok dengan kebutuhan bisnis usaha kalian dan bagaimana langkah untuk mendapatkan lisensi tersebut. Penggunaan lisensi merek untuk mengoptimalkan keuntungan yang sanggup diperoleh pemilik merek.

Definisi Lisensi Impor

Merek merupakan identitas dari sebuah barang. Identitas yang digunakan sebagai kekuatan menjual atas mutu dan ciri khas atas barang tersebut. Bahkan, seringkali penduduk menjadi bias pada pemakaian suatu merek tertentu. Akibatnya, penting bagi pemilik usaha untuk menjaga merek usaha miliknya sehingga tidak disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Lebih lanjut, pertolongan merek diatur didalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 mengenai Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG).

Definisi Lisensi Impor

Sebagai pemilik situs Slot Gacor Hari Ini Pragmatic Play, mempunyaihak untuk memanfaatkan sendiri merek tersebut atau mengimbuhkan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya (Pasal 1 angka 5 UU MIG). Biasanya, pertolongan izin (lisensi) ditujukan sehingga pemberdayaan suatu merek sanggup mengimbuhkan keuntungan dengan optimal bagi pemilik merek. Mengikuti regulasi dari Menteri Perdagangan Indonesia, Angka Pengenal Importir (API) diwajibkan bagi perusahaan yang mendambakan mengimpor barang ke Indonesia.

Semua kesibukan impor dilarang tanpa API gara-gara API berfungsi sebagai catatan didalam information importir dan kesibukan impor mereka. Semua importir di Indonesia diwajibkan untuk miliki API dan model API tergantung pada kegunaan dari barang yang diimpor. Ada dua model API: API Umum (API-U) dan API Produsen (API-P). Anda termasuk kudu ingat bahwa sejak 1 Januari 2016, Menteri Perdagangan menerbitkan dua regulasi lisensi impor baru, dan perubahan-perubahan signifikan ditunaikan didalam regulasi Kementerian Perdagangan 70/2015.

API-P

API-P mengizinkan perusahaan industri untuk mengimpor barang yang cuma digunakan untuk pemakaian internal mereka. Barang-barang yang diimpor di bawah API-P adalah bahan mentah, barang modal dan bahan pendukung yang akan diproses lebih lanjut atau digunakan untuk menunjang kesibukan mengolah dan operasional.

API-U

Seperti namanya, lisensi bisnis impor ini mengizinkan perusahaan dagang untuk mengimpor barang yang digunakan untuk obyek dagang di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan dengan API-U cuma sanggup mengimpor sekelompok barang spesifik yang dijelaskan secara spesifik didalam Regulasi Dagang (bagian A didalam Lampiran 1). Namun, dengan adanya perubahan, pemilik API-U sanggup mengimpor barang-barang dari beberapa anggota yang lain dengan kode HS.


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *